Jumat, 02 Januari 2015

holiday

ntah ini cerpen gue judulnya apa yang jelas sih isinya ga jelas sama kaya yang punya blog ga jelas . intinya nih cerpennya mengisahkan anak muda yang sedang liburan.

Kenalkan namaku Yuda,aku dari keluarga yang sederhana tetapi dari kesederhanaannya membuat kami menjadi keluarga yang harmonis tidak pernah bertengkar. Aku sendiri tidak suka berfoya-foya menghabiskan duit hanya untuk pacar ku sendiri. Kebanyakan orang memberikan hadiah untuk pacarnya dari uang orang tuanya,ada pula yang memberi kan hadiah yang mewah untuk pacarnya dari uang hasil kerja keras orang tuanya. Menurut mereka uang adalah hal yang romantis bagi pasangannya. Buat apa orang tua kita kerja keras semalaman pada akhirnya duit mereka dihabiskan oleh anaknya untuk pacarnya. Lebih baik uang itu ditabung buat masa depan kita.

Semenjak putus dari pacar ku aku selalu sendirian,apa karena aku tidak seromantis mereka?. Ga terlalu penting juga memiliki pacar yang penting punya sahabat yang setia itu juga udah cukup untuk menghilangkan rasa kesepian ini. Orang memanggil ku jones iya jomblo yang selalu ngenes tapi aku hiraukan saja perkataan mereka. Menyukai seseorang itu gampang tapi untuk mempertahankannya yang sulit.

Awal pertama kali aku melihat dia,sungguh terkejut bahkan aku bisa mati kutu dihadapannya. Semenjak dia hadir kehidupan ku dialah yang membuat hari-hariku kembali cerah seperti dulu. Wanita ini beda dari wanita lain dan kenapa disaat aku didekat dia aku merasa bergetar tak mampu mengucapkan kata sepatahpun tidak seperti wanita lain yang mudah aku untuk berbicara. Aku menyukainya sejak kelas 1 SMA sampai sekarang rasa itu masih ada. Sulit untuk mengungkapkan perasaan ini sampai kapan perasaan ini aku pendam. Ah ga mungkin aku untuk mendapatkannya karena dia cantik pasti lebih banyak lelaki yang tampan melebihi ku.

Kenapa aku harus terjebak dengan cinta,lebih baik dari dulu aku tidak mau mengerti apa yang namanya cinta. Pernah berfikir untuk melupakannya tapi apa boleh buat dia selalu datang dihadapan ku dan suatu ketika  aku sedang chat dengannya mungkin pesanku tidak akan dibalas ternyata pesan itu dibalas walaupun harus menunggu lama. Dia jodohku?tidak mungkin dia mau denganku yang bodoh ini dan selalu gagal dalam percintaan. Kali ini aku akan melupakan semua itu dan menjadikan dia sebagai teman tidak lebih dari sekedar teman

Aku bertemu dengan teman dekatku Riski ketika aku pulang sekolah kebetulan dia sedang tidak ada ongkos untuk pulang meminta aku untuk mengantarkannya.

“hai yud gimana kabarnya orang kamu sukai itu?”

“Hah?yang mana bro?ohh yang itu,udah lah lupain dia”

“ Numpang ya yud sampai depan kebetulan ongkos habis nih hehe yuda ganteng deh” dia merayuku

“tidak usah merayu lah,kata-katamu itu sudah sering aku dengar “ aku bercanda dengannya

“wah kamu perhatian banget yud,makasih ya”

Liburan pun telah tiba pada akhirnya aku pun tidak bisa melihat dia tiba dihadapanku tapi tak apalah. Liburan sekolah itu sangat membosankan apalagi hanya dirumah saja sambil melihat acara televisi yang isinya kartun-kartun semua. Andai saja aku punya kantong doraemon maka aku akan pergi ke planet lain hanya untuk mencari hiburan.

Setiap hari yang ada aku hanya tidur,makan,mandi,tidur lagi + main HP sampai mata merah . Untuk menghilangkan kebosanan itu aku sambil menulis pengalamanku diblog atau sekedar baca novel. Temanku pernah bilang kalau baca novel hanya untuk anak perempuan?ah aku tidak peduli dengannya lagi pula itu sudah hobiku dan tidak semua novel hanya untuk perempuan banyak laki-laki yang jadi penulis terkenal karena membaca novel.

Sedang asik nonton film-film kartun di tv tiba-tiba ponselku berbunyi,ah paling juga orang iseng ngirimin broadcast yang tak terlalu penting. Karena penasaran akhirnya aku membuka ponselku

“yuda kita jalan yuk udah lama kita ga jalan bareng kaya dulu lagi. Oh ya ajak ya si Fani”widyanto mengirimku pesan singkat diline.

“tentu saja,kapan lagi kita jalan bertiga lagi kaya dulu” kita selalu bertiga tetapi semenjak lulus sekolah kawanku yanto tidak satu sekolah denganku

“Yasudah ntar siang kita jalan,hitung-hitung reuni lah kaya dulu lagi”

“hah?siang ini? Oke ntar aku kabarin lagi ya” mendadak sekali ah sudahlah yang penting kita seru-seruan

Fani dan aku satu sekolah denganku,Fani itu sebenarnya cowok tetapi namanya saja yang seperti cewe. Kami sudah bersahabat sejak lama,sampai sekarang kami selalu jalan bareng walaupun hanya liburan saja. Ingat sekali waktu itu ketika kami telat masuk eskul kita dihukum,itulah yang membuat kami semakin dekat dengan mereka.

“ayo yud kita berangkat” dia sudah tidak sabar

“sabar dong,lagi prepare nih” ahh mendadak banget

“oke jemput aku dirumah” dia memang seperti raja duduk santai menunggu kudanya datang

“iya bawel,aku jemput Fani dulu “ Fani ini orangnya suka dijemput sama seperti yanto

“Oke ditunggu”

Ya aku ini memang seperti pengantar pizza yang selalu mengantarkan pesanannya kesana kemari. Kami pergi menggunakan 2 kendaraan bermotor padahal aku sebenarnya belum punya sim begitu juga mereka. Dengan bermodalan nekat dan berdoa berharap tidak ada razia kami meluncur ketempat wisata yang biasa kami kunjungi ya apalagi kalau bukan mall.

Sesampai disana kami mengobrol-ngobrol tentang sekolah sebenarnya aku agak malas dengan obrolan sekolah apalagi tentang pelajaran. Disana sebenarnya bukan untuk belanja tapi hanya untuk sekedar melihat-lihat dan untuk foto-foto. Diantara kami bertiga yang paling bawel mulutnya ya si yanto seperti mulut perempuan bagaimana tidak bawel disetiap jalan dia selalu mengobrol yang tidak kalah serunya dialah yang paling berisik diantara orang-orang di Mall.

Pertama kalinya kita nonton bioskop bersama Fani,sebelumnya kami sering nonton cuma bersama yanto doang. Oh ya disana kita selfie sebelum film dimulai ya biasa lah narsis. Disetiap adegan film yanto selalu mengomentari filmnya ah sangat berisik sekali dia jarang-jarang punya sahabat gokil kaya mereka. Ntah dimanapun kita selalu selfie walaupun dikamar mandi sekalipun. Happy endingnya kami membeli somay untuk mengakhiri perjalanan kami. Sungguh melelahkan sekali berjalan-jalan dengan mereka seperti biasa aku harus mengantarkan tuan raja kembali keistananya.


Sayang sekali liburan sebentar lagi telah usai sama seperti halnya bersantai santai dirumah telah selesai.  Kembali lagi aktivitas ku disekolah yang hanya belajar,belajar dan belajar mungkin saat ini aku merasa memiliki beban tapi kelak aku dewasa aku akan menjadi orang sukses.