Pada suatu hari hidup lah seorang pemuda bernama Alif,dia
tinggal dirumah yang megah dikelilingi oleh banyak pelayan,bagaikan seorang
raja setiap permintaannya akan dikabulkan. Orang tua alif sangat kesal karena
anaknya yang semata wayang sangatlah manja tidak mau berusaha sendiri. Suatu ketika
orang tuanya merencanakan sesuatu agar anaknya dapat hidup mandiri.
Malamnya,sang ibu menerima telepon dari pihak rumah sakit
bahwa ayahnya kecelakaan lalu meninggal seketika. Sang ibu sangat lah sedih
mendengar kabar buruk dari rumah sakit,saat itu pula sang ibu meminum racun dan
mengeluarkan busa dari mulutnya. Alif yang sedang dikamar memainkan game di
tabnya tiba-tiba mendengar suara meminta tolong dari pelayannya ia langsung
menghampiri ibunya yang tergeletak dilantai. Pelayan juga berkata bahwa ayahnya
meninggal karena kecelakaan yang meregut nyawanya. Sedih perasaannya ketika dia
hidup sendiri tanpa seorang ayah dan ibu
Keesokannya didepan pintu ada beberapa orang berbadan kekar
ia seorang kreditur yang menagih utang-utang ayahnya. Karena tidak sanggup
membayarnya kemudian Alif diusir dari rumah tersebut akhirnya dia tidak
mempunyai siapa-siapa lagi.
Pada akhirnya dia pergi kehutan,ia menemukan sebuah
gubuk kecil yang hanya dapat ditinggali oleh satu orang saja. Orang tuanya
sudah menyediakan gubuk tersebut sebelumnya
Alif sangat lapar sekali hingga dia memutuskan untuk pergi meninggalkan
gubuknya dan mencari makanan yang lezat,tapi sayang dihutan tidak ada makanan
selezat dirumahnya yang megah. Ketika dia sedang mencari makanan ia melihat
seorang gadis cantik sendirian yang sedang mencari sesuatu didalam hutan
“halo, apa yang engkau lakukan ditengah hutan belantara ini
sendirian? Apa kau tidak takut dengan binatang buas disini?”
Gadis itu menengok kaget melihat Alif yang berpakaian
compang camping yang sudah beberapa hari tidak dicuci “ aku sedang mencari tanaman obat untuk orang tuaku yang sedang sakit keras dia sudah
berbulan-bulan penyakitnya tidak kunjung sembuh”
“sakit apa orang tuamu,apa aku boleh membantu mencari kan
obat tersebut?"
“Tidak usah,ini sudah aku temukan obatnya”
“Dimana engkau tinggal ?aku sudah beberapa hari disini tapi
tak menemukan sebuah desa”
“aku tinggal didesa diseberang sungai” sambil menunjuk
kearah seberang sungai “bagaimana
denganmu?apa kamu masih punya keluarga lalu dimana engkau tinggal?”
“Aku tinggal disebuah gubuk tua,orang tuaku sudah meninggal
sekarang aku tinggal sebatang kara tanpa kasih sayang orang tua”
“ini makan apel yang aku petik untuk menghilangkan rasa
sedih mu,sekalian untuk menghilangkan bunyi perut mu itu “ menyodorkan beberapa
buah apel yang masih segar
“terima kasih kebetulan aku disini untuk mencari makanan”
“Ya sudah aku pergi dulu ya orang tuaku sudah menunggu
dirumah “
Belum sempat menanyakan namanya wanita itu sudah menghilang
begitu saja. Setelah kenyang melahap apel ia langsung tertidur pulas dibawah
pohon yang besar dan rindang.
“Aww” seseorang menarik badan Alif dengan kasar hingga
terbangun dari tidurnya. “kamu siapa?kenapa engkau membawa ku ?”
“kamu telah memasuki wilayah kami,maka aku akan menghukummu”pria
berbadan besar itu menggeret badan Alif hingga kesuatu tempat yang terpencil. Tidak
dapat berbuat apa-apa bahkan bergerak pun susah,tangan dan kakinya sudah
terikat dengan kencang.
Beberapa menit kemudian ia disambut kumpulan orang-orang
berbadan besar yang siap untuk menyantapnya. “wahai rakyatku aku telah
menemukan seorang pemuda yang sedang mencuri apel dikebun kita,sebaiknya kita
apakan dia?”
“Maaf saya tidak mencuri buah apel ini aku diberikan oleh
seorang gadis,karena kelaparan aku memakannya hingga habis”.
“sebaiknya kita jadikan budak saja didesa ini” salah satu
rakyat angkat bicara
Sekarang alif harus menderita dari sebelumnya,saat itulah ia
bertemu dengan gadis yang bertemu dengannya. Terlihat jelas gadis itu sedang
berbisik dengan sang ketua adat.
“Karena kamu tidak mempunyai tempat tinggal ,kamu boleh
tinggal disini beberapa waktu tapi ada syaratnya kamu harus bekerja keras jika
ingin mendapatkan makanan dari kami”
“Terima kasih tuan”
Besok paginya dalam keadaan tertidur pulas yang beralaskan
tikar ,tiba-tiba byurrrr air membasah dirinya membuat dirinya terbangun “hei pemalas
bangun cepat bekerja “ kata sang wanita tua tersebut
Jam masih menunjukkan jam 3 pagi dan ia harus segera bangun
untuk bekerja.
Tugas pertama,ia harus membersihkan kandang sapi yang sangat
bau tak biasanya dia membersihkan kandang sapi. “ahh bau sekali orang disini
jorok-jorok tidak seperti dirumahku yang wangi” tapi ia berpikir jika ia tidak
bekerja ia tidak akan mendapatkan makanan . Dengan semangat ia membersihkannya
Setelah selesai ia membersihkan, tiba-tiba ia dipanggil untuk
mengambil air disungai yang terletak diujung desa. Dalam hatinya ia berkata “Lelah
sekali,belum sempat istirahat sudah disuruh lagi ahh menyebalkan” Alif pun
mengeluh dengan perasaan kesal
Mengangkat air dengan jarak tempuh puluhan kilometer membuat
ia kecapean dan beristirahat dibawah pohon sambil menikmati udara didesa. Setelah
beberapa menit beristirahat ia melanjutkan perjalanan menuju desa
Setelah sampai didesa,seorang anak dari ketua adat menyambutku
dan membuatkan makanan untukku
“ini makan dulu makanan buatanku,semoga kamu suka ya”
“Wah tak disangka yaa kamu jago masak,enak sekali buatan
kamu emm”
“makasih,baru kali ini ada yang muji masakanku”
Beberapa hari Alif bekerja didesa itu ,ia sering melihat wanita
cantik itu pada akhirnya ia menaruh hati padanya. Itulah yang membuat ia jadi
semangat dan tidak pernah mengeluh atas pekerjaan berat yang memikulnya.
Ketika sedang menanam bibit dikebun,ia melihat wanita itu
sedang sendirian melihat ayahnya yang sedang mengambil madu disalah satu pohon
besar. Setelah menyelesaikan pekerjaan,Alif menghampirinya dan bertanya
“Hai aku tinggal beberapa hari disini tapi aku tidak tau
namamu,bolehkah aku mengetahui namamu?”
“namaku via,disini suasananya indah sekali yaa banyak suara
burung berkicau dimana-mana”
“iya sangat indah ya,apalagi bersamamu “
“Maksudnya?” dia tidak mengerti apa yang dia maksud
“jadi…. “ belum
sempat berbicara ayahnya memanggilnya.
“Iya yah aku segera kesana” ayahnya memanggil via nama gadis
tersebut untuk membantu ayahnya turun dari pohon
Setelah beberapa bulan
Sang ketua adat memanggilnya untuk menemuinya. “maaf nak
kamu sudah tinggal beberapa bulan disini kami tidak sanggup untuk memberi makanmu
lagi karena makanan disini sudah mau habis karena musim kemarau jadi kami
terpaksa mengusirmu dari sini”
“Tapi tuan? Aku sudah betah tinggal disini kedua orang tuaku
sudah meninggalkan ku. Disini aku sudah belajar kehidupan dari desa ini. Mohon tuan”
“Maaf nak kami tidak bisa”
Alif kebingungan mau dimana lagi ia tinggal,tapi ia ingat
bahwa ia masih mempunyai sebuah gubuk tua ditengah hutan. Sebelum melanjutkan
perjalanan,via mencegatku lalu membawaku pergi kesuatu tempat yang tidak asing
denganku
“loh ini kan rumahku,kenapa engkau membawaku kesini?lagipula
orang tuaku sudah tidak ada lagi”
“Cobalah masuk kedalam rumah,ada sesuatu untukmu”
Dengan penasaran alif mempercepat langkahnya dan membuka
pintu rumah seketika lampu didalam rumah mati ketika ia melangkahkan kakinya
tiba-tiba lampu dirumah menyala begitu saja
“surpriseee” suara teriakan yang mengagetkannya,hingga ia
berlari menghampiri kedua orang tuanya yang masih hidup
“Ayahhh ibu aku kangen denganmu ,maafkan aku ya bu yah yang
telah menjadi anak manja. Jadi selama ini ayah ibu membohongiku?”
“Maafkan kami juga ya nak telah membohongimu dan
membiarkanmu hidup didalam hutan,ayah ibu membohongimu untuk kebaikan kamu juga
nantinya biar kamu jadi anak yang mandiri nantinya” ayah berkata jujur
“Ibu ayah jahat sekali bohongi anaknya sendiri,ini kenalkan
temanku namanya via dia yang menemaniku dihutan”
“Iyaa kami sudah tau ,ini ayah ibu menyuruh via untuk
mengawasimu ketika dihutan. Dari awal kami sudah merencanakan sesuatu kepadamu ”
“Jadi selama ini ,ah sudahlah yang penting aku bertemu dengan ibu dan ayah
ku yang sangat aku sayangi”
TAMAT
Setelah beberapa kejadian yang dialami Alif ,ia menjadi anak
yang rajin dia tidak mau mengambil uang dari orang tuanya jika ingin sesuatu ia
harus bekerja keras terlebih dahulu.
Hello gimana cerita gue bagus tidak?ini gue ngarang sendiri loh ,jadi kalian jangan bilang kalo cerita ini hasil copas dari orang lain. Bagus/Tidaknya ini sih tergantung kalian yang menilainya . Maaf ya misalnya ada kata yang kurang nyambung hehe 