Sabtu, 07 Februari 2015

Mimpi sang Pemotong Kayu

Dahulu kala,di Negeri Sakura,hiduplah sepasang suami-istri yang sederhana bernama Shin dan Yuki. Setiap pagi,Shin yang bekerja sebagai pemotong kayu bakar pergi ke hutan untuk mengumpulkan batang pohon cemara.

Suatu hari,ditengah musim panas,seperti biasa Shin pergi ke hutan bersama temannya. Karena cuaca yang terik,temannya mengajak Shin beristirahat sejenak dari pekerjaan mereka yang melelahkan. Shin setuju akan pendapat temannya. Mereka duduk bersandar di sebuah pohon berdaun rindang. Tak lama,embusan angin sepoi-sepoi membuat mereka mengantuk dan tertidur pulas.

Teman Shin mulai bermimpi. Di dalam mimpinya,ia mendengar dengungan keras yang ternyata merupakan bunyi sekumpulan lebah yang terbang keluar dari lubang hidungnya!

Masih terkejut,teman Shin mengikuti lebah-lebah itu. Mereka membawanya kesebuah rumah besar dan indah. Di kebunnya terdapat tanaman mawar yang wangi. Lebah-lebah tersebut terbang memutari tanaman itu,lantas masuk kedalam lubang di bawah tanaman itu. Teman Shin hampir saja masuk kedalam lubang,namun ia terbangun

Ia mengguncang-guncangkan bahu Shin.” Hei,aku baru saja bermimpi” katanya,lantas mengisahkan mimpinya kepada Shin

Setelah mendengarkan cerita temannya,Shin berseru “lebah adalah membawa keberuntungan. Kita harus mengikuti lebah-lebah itu!”

“ jangan konyol”sahut temannya. “itu cuma mimpi”

Shin bersikeras, “ jika kau tidak menginginkan mimpimu,aku akan membelinya!”
“ada-ada saja kamu Shin” kata temannya. Mana mungkin mimpi bisa dibeli? Tapi akhirnya,karena kegigihan Shin ,temannya bersedia memberikan  mimpinya kepada Shin dengan sejumlah bayaran.

Setibanya dirumah,Shin langsung bercerita kepada istrinya,Yuki,mengenai mimpi temannnya. Yuki mendukung Shin untuk mengikuti petunjuk mimpi tersebut.

Esok harinya,saat subuh menjelang,Shin berangkat. Ia sudah berjalan cukup lama ketika bertemu sekelompok pengembara. Aha,pikir Shin,mereka pasti pernah melihat sebuah rumah megah dengan tanaman mawar dikebunnya. Dengan bergegas,Shin berlari menghampiri para pemuda itu. Namun,mereka malah mengeluarkan pisau. Shin terkejut

“ berikan uangmu pada kami!”tuntut mereka. Ternyata,mereka bukanlah pengembara melainkan perampok
“aku tidak punya uang. Aku meninggalkan uangku di rumah,di sana” kata Shin sambil menunjuk ke arah Timur. Padahal rumah Shin sebenarnya terletak disebelah Barat. Ketika para perampok itu menoleh kearah Timur,secepat kilat Shin meloloskan diri dan berlari sekencang-kencangnya.

Tak lama,Shin berhasil meninggalkan para perampok. Namun,kemalangan berikutnya menyerang dalam rupa hujan lebat. Shin berlari mendaki bukit. Ketika tiba dipuncak ,petir menyambar –nyambar.
“aku harus mecari tempat perlindungan”gumamnya. Ia lantas menemukan sebuah goa dan masuk kedalamnya.

Di dalam goa,aman dari hujan maupun para perampo,Shin mengembuskan nafas lega.” Aku akan beristirahat sejenak disini”, katanya,lalu membaringkan tubuhnya diatas permukaan tanah yang lembut dan hangat
Shin tidak menyadari bahwa yang ia tiduri adalah punggung seekor beruang

Ketika si beruang mendengar dengkuran Shin dipunggungnya ,ia terbangun. Beruang itu marah mengetahui ada manusia yang telah masuk ke sarangnya. Ia meraung dan menegakkan tubuh untuk menjatuhkan Shin,tapi pemotong kayu itu malah berpegangan erat pada punggung beruang.

 Sambil menandak dan meraung,beruang tersebut berlari keluar goa,dan terus berlari sampai mereka tiba ditebing yang curam. Disitu,si beruang berhenti mendadak,membuat Shin kehilangan pegangan dan terlontar dari punggung hewan tersebut. Kemudian,Shin jatuh ke lembah bawah.

Kemalangan Shin belum berakhir. Saat sedang melayang jatuh,seekor burung elang melihatnya. Elang itu lantas menukik tajam dan mencengkram Shin dengan cakar-cakarnya. Ia akan menjadikan Shin menjadi santapan

Namun,begitu mencium bau tak sedap dari si pemotong kayu apalagi tubuhnya yang kotor,elang itu kehilangan minat dan melepaskan cengkramannya. Shin jatuh berguling ke kaki bukit. Ia terus berguling dan bergulling,sampai akhirnya ia tiba di sebuah gerbang yang besar.

Shin berdiri dan membersihkan pakaiannya. Meski hari sudah gelap,Shin bisa melihat bahwa ia berdiri di depan rumah megah milik saudagar kaya yang ada di dalam mimpi temannya.
Kebetulan,sang saudagar sedang berada dikebun. Ia terkejut melihat Shin di depan rumahnya. Apalagi,penampilan Shin saat itu kacau balau. “ siapa engkau?” tanya saudagar kaya.

Dengan polos,Shin bercerita mengenai mimpi temannya dan saudagar kaya itu mendengarkan dengan penuh minat. Ia lantas mengajak Shin masuk ke rumahnya yang besar

“masuklah,bersihkan dirimu “,kata saudagar itu. “ istirahatlah di salah satu kamarku. Engkau pasti kelelahan”.
Shin merasa bersyukur. Setelah mandi air panas dan makan sampai kenyang,ia tertidur nyenyak dirumah sang saudagar kaya.

Sementara Shin tertidur ,sang saudagar ingin mengambil harta yang diceritakan oleh Shin. Ia memanggil para pelayannya dan menyuruh mereka menggali tanah di bawah tanaman mawar dikebun.

Sementara itu,dirumah sederhana milik Shin,Yuki,istrinya juga sedang tertidur dan dihantui mimpi. Dalam mimpinya ,Yuki mendengar dengungan lebah yang keluar dari lubang hidungnya! Yuki kemudian mengikuti lebah-lebah itu menuju kain alas. Ketika Yuki mengangkat kain alas itu,ia melihat sebuah lubang dibawahnya. Lebah-lebah tersebut masuk kesana. Saat itu,Yuki terbangun.

“ah itu hanya mimpi”desahnya. Tapi teringat akan keyakinan Shin pada mimpi dan memutuskan untuk mengecek mimpinya.

Yuki bangun dan berjalan menuju kain alas,kemudian mengangkat kain itu. Papan dibaliknya tampak longgar . Yuki mencoba mencongkelnya,dan ternyata dengan mudah papan itu dicabut,dan Yuki menemukan sebuah lubang dibaliknya. Ia masuk kedalam lubang itu.

Dirumah saudagar kaya,Shin terbangun. Sang saudagar berdiri di ujung tempat tidur Shin ,menyodorkan sekop dan menyuruhnya untuk menggali tanah dibawah tanaman mawar
Shin berlari keluar membawa sekop dan langsung menggali tanah dibawah tanaman mawar. Disana,ia menemukan sebuah kendi dari tanah liat

“bukalah” kata si saudagar. Shin melakukannya. Namun,alih-alih harta karun,ia malah menemukan sekelompok lebah yang berdengung keras. Shin menjatuhkan kendi itu dan berlari secepat mungkin keluar dari sana. Ia mendengar si saudagar berteriak dibelakangnya , “jangan kau ganggu lagi rumahku dengan mimpi edanmu!”

Shin terus berlari sampai tiba ditebing curam tempat ia terjatuh. Tak disangka,beruang pemarah tadi masih disana dan melihatnya. Shin langsung berlari dan menghindar. Namun,tak lama,ia bertemu dengan segerombolan perampok yang tadi meminta uangnya.

Kelelahan dan kecewa,Shin sampai dirumah. Tapi,sebelum ia sempat bercerita,istrinya menghambur kepelukannya dan merengkuhnya erat. Yuki lalu mengajak Shin ke kain alas dirumah mereka. Di sana,terdapat sebuah kendi besar dari tanah liat ,yang isinya adalah setumpuk emas!

“engkau benar ,suamiku” seru Yuki bahagia. “lebah adalah pembawa keberuntungan!”

Shin tersenyum lega. Tidak sia-sia usahanya mengikuti mimpi