Minggu, 12 April 2015

Kehidupan Dihutan

Pada suatu hari hidup lah seorang pemuda bernama Alif,dia tinggal dirumah yang megah dikelilingi oleh banyak pelayan,bagaikan seorang raja setiap permintaannya akan dikabulkan. Orang tua alif sangat kesal karena anaknya yang semata wayang sangatlah manja tidak mau berusaha sendiri. Suatu ketika orang tuanya merencanakan sesuatu agar anaknya dapat hidup mandiri.

Malamnya,sang ibu menerima telepon dari pihak rumah sakit bahwa ayahnya kecelakaan lalu meninggal seketika. Sang ibu sangat lah sedih mendengar kabar buruk dari rumah sakit,saat itu pula sang ibu meminum racun dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Alif yang sedang dikamar memainkan game di tabnya tiba-tiba mendengar suara meminta tolong dari pelayannya ia langsung menghampiri ibunya yang tergeletak dilantai. Pelayan juga berkata bahwa ayahnya meninggal karena kecelakaan yang meregut nyawanya. Sedih perasaannya ketika dia hidup sendiri tanpa seorang ayah dan ibu

Keesokannya didepan pintu ada beberapa orang berbadan kekar ia seorang kreditur yang menagih utang-utang ayahnya. Karena tidak sanggup membayarnya kemudian Alif diusir dari rumah tersebut akhirnya dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi. 

Pada akhirnya dia pergi kehutan,ia menemukan sebuah gubuk kecil yang hanya dapat ditinggali oleh satu orang saja. Orang tuanya sudah menyediakan gubuk tersebut sebelumnya

Alif sangat lapar sekali hingga dia memutuskan untuk pergi meninggalkan gubuknya dan mencari makanan yang lezat,tapi sayang dihutan tidak ada makanan selezat dirumahnya yang megah. Ketika dia sedang mencari makanan ia melihat seorang gadis cantik sendirian yang sedang mencari sesuatu didalam hutan

“halo, apa yang engkau lakukan ditengah hutan belantara ini sendirian? Apa kau tidak takut dengan binatang buas disini?”

Gadis itu menengok kaget melihat Alif yang berpakaian compang camping yang sudah beberapa hari tidak dicuci “ aku sedang mencari tanaman obat untuk orang tuaku  yang sedang sakit keras dia sudah berbulan-bulan penyakitnya tidak kunjung sembuh”

“sakit apa orang tuamu,apa aku boleh membantu mencari kan obat tersebut?"

“Tidak usah,ini sudah aku temukan obatnya”

“Dimana engkau tinggal ?aku sudah beberapa hari disini tapi tak menemukan sebuah desa”

“aku tinggal didesa diseberang sungai” sambil menunjuk kearah seberang sungai “bagaimana denganmu?apa kamu masih punya keluarga lalu dimana engkau tinggal?”

“Aku tinggal disebuah gubuk tua,orang tuaku sudah meninggal sekarang aku tinggal sebatang kara tanpa kasih sayang orang tua”

“ini makan apel yang aku petik untuk menghilangkan rasa sedih mu,sekalian untuk menghilangkan bunyi perut mu itu “ menyodorkan beberapa buah apel yang masih segar

“terima kasih kebetulan aku disini untuk mencari makanan”

“Ya sudah aku pergi dulu ya orang tuaku sudah menunggu dirumah “
Belum sempat menanyakan namanya wanita itu sudah menghilang begitu saja. Setelah kenyang melahap apel ia langsung tertidur pulas dibawah pohon yang besar dan rindang.

“Aww” seseorang menarik badan Alif dengan kasar hingga terbangun dari tidurnya. “kamu siapa?kenapa engkau membawa ku ?”

“kamu telah memasuki wilayah kami,maka aku akan menghukummu”pria berbadan besar itu menggeret badan Alif hingga kesuatu tempat yang terpencil. Tidak dapat berbuat apa-apa bahkan bergerak pun susah,tangan dan kakinya sudah terikat dengan kencang.

Beberapa menit kemudian ia disambut kumpulan orang-orang berbadan besar yang siap untuk menyantapnya. “wahai rakyatku aku telah menemukan seorang pemuda yang sedang mencuri apel dikebun kita,sebaiknya kita apakan dia?”

“Maaf saya tidak mencuri buah apel ini aku diberikan oleh seorang gadis,karena kelaparan aku memakannya hingga habis”. 

“sebaiknya kita jadikan budak saja didesa ini” salah satu rakyat angkat bicara

Sekarang alif harus menderita dari sebelumnya,saat itulah ia bertemu dengan gadis yang bertemu dengannya. Terlihat jelas gadis itu sedang berbisik dengan sang ketua adat.

“Karena kamu tidak mempunyai tempat tinggal ,kamu boleh tinggal disini beberapa waktu tapi ada syaratnya kamu harus bekerja keras jika ingin mendapatkan makanan dari kami”

“Terima kasih tuan”

Besok paginya dalam keadaan tertidur pulas yang beralaskan tikar ,tiba-tiba byurrrr air membasah dirinya membuat dirinya terbangun “hei pemalas bangun cepat bekerja “ kata sang wanita tua tersebut

Jam masih menunjukkan jam 3 pagi dan ia harus segera bangun untuk bekerja.

Tugas pertama,ia harus membersihkan kandang sapi yang sangat bau tak biasanya dia membersihkan  kandang sapi. “ahh bau sekali orang disini jorok-jorok tidak seperti dirumahku yang wangi” tapi ia berpikir jika ia tidak bekerja ia tidak akan mendapatkan makanan . Dengan semangat ia membersihkannya

Setelah selesai ia membersihkan, tiba-tiba ia dipanggil untuk mengambil air disungai yang terletak diujung desa. Dalam hatinya ia berkata “Lelah sekali,belum sempat istirahat sudah disuruh lagi ahh menyebalkan” Alif pun mengeluh dengan perasaan kesal

Mengangkat air dengan jarak tempuh puluhan kilometer membuat ia kecapean dan beristirahat dibawah pohon sambil menikmati udara didesa. Setelah beberapa menit beristirahat ia melanjutkan perjalanan menuju desa

Setelah sampai didesa,seorang anak dari ketua adat menyambutku dan membuatkan makanan untukku

“ini makan dulu makanan buatanku,semoga kamu suka ya”

“Wah tak disangka yaa kamu jago masak,enak sekali buatan kamu emm”

“makasih,baru kali ini ada yang muji masakanku”

Beberapa hari Alif bekerja didesa itu ,ia sering melihat wanita cantik itu pada akhirnya ia menaruh hati padanya. Itulah yang membuat ia jadi semangat dan tidak pernah mengeluh atas pekerjaan berat  yang memikulnya.

Ketika sedang menanam bibit dikebun,ia melihat wanita itu sedang sendirian melihat ayahnya yang sedang mengambil madu disalah satu pohon besar. Setelah menyelesaikan pekerjaan,Alif menghampirinya dan bertanya

“Hai aku tinggal beberapa hari disini tapi aku tidak tau namamu,bolehkah aku mengetahui namamu?”

“namaku via,disini suasananya indah sekali yaa banyak suara burung berkicau dimana-mana”

“iya sangat indah ya,apalagi bersamamu “

“Maksudnya?” dia tidak mengerti apa yang dia maksud

“jadi….  “ belum sempat berbicara ayahnya memanggilnya.

“Iya yah aku segera kesana” ayahnya memanggil via nama gadis tersebut untuk membantu ayahnya turun dari pohon

Setelah beberapa bulan

Sang ketua adat memanggilnya untuk menemuinya. “maaf nak kamu sudah tinggal beberapa bulan disini kami tidak sanggup untuk memberi makanmu lagi karena makanan disini sudah mau habis karena musim kemarau jadi kami terpaksa mengusirmu dari sini”

“Tapi tuan? Aku sudah betah tinggal disini kedua orang tuaku sudah meninggalkan ku. Disini aku sudah belajar kehidupan dari desa ini. Mohon tuan”

“Maaf nak kami tidak bisa”

Alif kebingungan mau dimana lagi ia tinggal,tapi ia ingat bahwa ia masih mempunyai sebuah gubuk tua ditengah hutan. Sebelum melanjutkan perjalanan,via mencegatku lalu membawaku pergi kesuatu tempat yang tidak asing denganku

“loh ini kan rumahku,kenapa engkau membawaku kesini?lagipula orang tuaku sudah tidak ada lagi”

“Cobalah masuk kedalam rumah,ada sesuatu untukmu”

Dengan penasaran alif mempercepat langkahnya dan membuka pintu rumah seketika lampu didalam rumah mati ketika ia melangkahkan kakinya tiba-tiba lampu dirumah menyala begitu saja

“surpriseee” suara teriakan yang mengagetkannya,hingga ia berlari menghampiri kedua orang tuanya yang masih hidup

“Ayahhh ibu aku kangen denganmu ,maafkan aku ya bu yah yang telah menjadi anak manja. Jadi selama ini ayah ibu membohongiku?”

“Maafkan kami juga ya nak telah membohongimu dan membiarkanmu hidup didalam hutan,ayah ibu membohongimu untuk kebaikan kamu juga nantinya biar kamu jadi anak yang mandiri nantinya” ayah berkata jujur 

“Ibu ayah jahat sekali bohongi anaknya sendiri,ini kenalkan temanku namanya via dia yang menemaniku dihutan”

“Iyaa kami sudah tau ,ini ayah ibu menyuruh via untuk mengawasimu ketika dihutan. Dari awal kami sudah merencanakan sesuatu kepadamu ”

“Jadi selama ini ,ah sudahlah  yang penting aku bertemu dengan ibu dan ayah ku yang sangat aku sayangi”

                                                     TAMAT

Setelah beberapa kejadian yang dialami Alif ,ia menjadi anak yang rajin dia tidak mau mengambil uang dari orang tuanya jika ingin sesuatu ia harus bekerja keras terlebih dahulu.

Hello gimana cerita gue bagus tidak?ini gue ngarang sendiri loh ,jadi kalian jangan bilang kalo cerita ini hasil copas dari orang lain. Bagus/Tidaknya ini sih tergantung kalian yang menilainya . Maaf ya misalnya ada kata yang kurang nyambung hehe 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar